Warganet Ramai Puji Aceh Pahlawan untuk Rakyat Rohingya

Iklan Semua Halaman. Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Warganet Ramai Puji Aceh Pahlawan untuk Rakyat Rohingya

MEDIA DETIL 1
Sabtu, 27 Juni 2020
KEBANGKITAN.COM - Tagar ‘Aceh’ sedang ramai dibincangkan netizen di Indonesia, Sabtu, (27/6/2020).

Tagar Aceh itu pun menjadi tranding topik twitter sejak tadi malam dan sempat menempati urutan ke-3 hingga menjelang siang ini.

Tepat pukul 9:23 WIB, tagar 'Aceh' masih menduduki posisi ke-3 populer di Indonesia.

Tagar itu menyusul kabar atas tindakan kemanusiaan warga Aceh, khusunya masyarakat daerah desa Lancok, kecamatan Syamtalira Bayu, kabupaten Aceh Utara telah mau menerima 94 pengungsi Rohingya.

Tagar ‘Aceh’ Puncaki Tranding Topic Twitter, Warganet Ramai Puji Aceh Pahlawan Untuk Rohingya (Tangkapan Layar Twitter)
Dengan kondisi terombang-ambing di lautan, pengungsi Rohingya ini terdampar di perairan Sunuddon, Aceh utara.

Para pengungsi yang berada di kapal yang hampir karam tampak duduk berdesakan dan tak ada makanan yang cukup.

Masyarakat desa setempat yang tak tega melihatnya dalam keadaan tersiksa dan menahan teriknya sengatan matahari di laut Aceh Utara, warga pun akhirnya luluh untuk menolong.

Warga setempat telah beramai-ramai menarik kapal motor yang ditumpangi 100 pengungsi Rohingya asal Myanmar ke daratan, pada Kamis lalu (25/6/2020) sore.

Diketahui, warga Aceh pun sempat berpatungan untuk membeli makanan bagi para pengungsi Rohingya tersebut.

Atas rasa kemanusiaan itulah, dunia memuji Aceh atas sikap saling tolong menolong.
Banyak warganet yang mengucapkan terimakasih atas kebaikan warga Aceh.

Maka tak heran, jika tagar Aceh memuncaki tranding populer Indonesia sejak tadi malam. Beberapa warganet pun ikut memberi julukan bagi Aceh, yakni “Aceh is a hero humanity”.

“Aceh is a hero of humanity Mereka saudara kita.. Terimakasih Aceh..,” tulis @NurMawaddah.

Seorang dokter sekaligus influencer yang memiliki 118,1 ribu pengikut di twitter pun ikut memberikan ucapan kepada Aceh.

Dalam cuitannya, ia juga tak lupa memberikan saran kepada pengungsi untuk diberikan makanan sebagai asupan vitamin bagi pengungsi Rohingya tersebut.

“Terima kasih teman-teman di #Aceh yang sudah bantu pengungsi #Rohingya. #Assalamualaikum. Saya lihat sebagian pengungsi sudah marasmus. Kurang gizi. Beri mereka ikan 2-3 ekor sehari. Jika mampu. Tak lupa nasi & sayur. Telur, madu, susu, dan buah-buahan pun oke. Semoga berhasil,” tulis @de_koko28.

“Ini kenapa alasan nya kenapa warga muslim rohignya mengungsi...terimakasih warga aceh yang bertekat mau menolong warga rohignya yang terlantar di lautan aceh,” @sultan_balfas.

“Nasionalisme yg diletakkan di atas ukhuwah islam adalah kesesatan. Kita tdk dosa saat mati dlm keadaan tdk menjadi warga negara tertentu. Tapi kita celaka, saat mati tdk dlm keadaan islam. Sy org jawa, dan hr ini sy belajar ukhuwah islam dr #Aceh Terimakasih Aceh,” @logic_editors.

 “Saya sangat kagum dan segan terhadap warga Aceh.mereka mau meneriman pengungsi Rohingya,” @muliadi78 “Semoga Allah selalu melimpahkan Rahmad berkah kepada kalian semua Masyarakat Aceh #AcehLonSayang,” @irwan_once.

Sebanyak 100 warga negara asing (WNA) etnis Rohingya yang terdampar di lepas pantai Seunuddon, Aceh Utara, akhirnya dievakuasi ke darat, Kamis (25/6/2020).Proses evakuasi itu sendiri diwarnai dengan drama tangis dan protes warga yang tak ingin kapal tersebut ditarik menjauh dari tepi pantai.

Kapal yang mengangkut warga etnis Rohingya itu awalnya ditemukan tiga nelayan lokal pada Rabu (24/6/2020) pagi, terombang-ambing di laut lepas, sekitar 4 mil dari pesisir pantai Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara.

Para imigran itu kemudian dievakuasi ke kapal nelayan setempat dan ditarik menuju perairan Syamtalira Bayu. Namun mereka tak dizinkan turun, dan tetap berada di dalam kapal yang berjarak sekitar satu mil dari tepi pantai Lancok, Syamtalira Bayu.

Sedangkan di tepi pantai dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan. Aparat keamanan dari TNI dan Polri, termasuk petugas kesehatan dan imigrasi terlihat siaga di tepi pantai.

Sekitar pukul 11.00 WIB, satu boat dengan personel tim BPBD Aceh Utara, TNI, dan Polri, meluncur ke lokasi kapal imigran Rohingya dengan membawa nasi bungkus dan juga dua tabung berisikan cairan desinfektan untuk menyemprot kapal.

Menjelang siang, akibat dihempas ombak, posisi kapal tersebut semakin mendekat ke tepi pantai, sehingga hanya berjarak sekitar 30-an meter dari tepi pantai.Aparat keamanan kemudian memutuskan menarik kapal itu menjauh dari pantai dengan menggunakan dua speedboat.

Saat penarikan itulah warga mulai menyuarakan protes. Mereka menolak kapal ditarik menjauh dari tepi pantai.

"Sayang that aneuk mit mantong ipip deik lam kapai dum. Kapai reuleh dan boco. Kiban meunyoe lham. Tarek keuno aju, kamoe yang bi bu (Sayang sekali anak-anak kecil masih ada yang menyusui di dalam kapal. Kapal rusak, dan bocor. Bagaimana kalau tenggelam. Tarek kemari sekarang, kami yang beri makan)," teriak salah seorang warga.

Warga pun terlihat semakin emosi, bahkan ada yang mengambil speedboot bertuliskan Basernas, berupaya menjemput kapal Rohingya kembali ke tepi pantai.

Sementara di sisi lain, beberapa perempuan terlihat menangis.Mereka juga mengaku sedih dengan kondisi kapal imigran Rohingya yang harus ditarik kembali menjauh dari tepi pantai.


Sekitar 20 menit kemudian, kapal akhirnya kembali ditarik mendekat ke tepi pantai.

Warga pun semakin ramai menyaksikan kapal imigran tersebut, memenuhi pondok-pondok yang ada di tepi pantai.

Atas kondisi tersebut, pihak keamanan pun memasang garis pengaman di tepi pantai, agar warga tidak bisa mendekat.

Disamping itu, atas dasar rasa solidaritas, warga Lancok juga menggalang bantuan dari masyarakat yang datang.


Koordinator Penggalang Dana, Azhari Tayeb, menyebutkan, penggalangan dana sudah dimulai sejak pukul 13.00 WIB. Tahap pertama sudah terkumpul uang mencapai Rp 1,3 juta.

Menjelang sore atau sekitar pukul 16.00 WIB, warga akhirnya sepakat menurunkan para imigran.

Kapal ditarik menggunakan satu boat nelayan menuju ke tepi pantai.

Setelah merapat, warga menurunkan mereka satu per satu, dimulai dari anak-anak, kaum perempuan, dan terakhir kaum laki-laki.

Setelah itu, mereka dikumpulkan di sebuah lokasi.

Tapi dikarenakan cuaca hujan yang disertai petir, para imigran Rohingya dibawa berteduh di pondok-pondok tepi pantai tersebut.

Sebagian terlihat menangis, dan sebagian lainnya terkulai lemas.

Seiring upaya penyelamatan yang dilakukan warga, desakan agar Pemerintah menyelematkan para imigran Rohingya itu pun semakin menguat.

Desakan antara lain disuarakan oleh Anggota DPD RI asal Aceh, Fachrul Razi MIP dan Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin.

"Yang penting mereka ditolong dulu. Warga Aceh pernah merasakan nasib yang sama ketika konflik dulu. Kedepankan nilai kemanusiaan," kata Dahlan.

Sekitar pukul 18.30 WIB, para imigran mulai dievakuasi dari Pantai Lancok ke lokasi penampungan sementara, yakni ke bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe kawasan Punteut, Kecamatan Blang Mangat.

Mereka dievakuasi menggunakan dua unit truk reo TNI.

Sesampai di bekas kantor Imigrasi Lhokseumawe, mereka diturunkan dan dihitung ulang.

Keseluruhan berjumlah 100 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin SKM, mengatakan akan melakukan rapid test terhadap seluruh warga etnis Rohingya tersebut.

“Jika hasil mereka reaktif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test, mereka langsung akan dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) milik Pemkab Aceh Utara,“ katanya.(zak/bah/mas) (Serambinews.com/Firdha Ustin)



Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Tagar ‘Aceh’ Puncaki Trending Topic Twitter, Warganet Ramai Puji Aceh Pahlawan untuk Rohingya, https://aceh.tribunnews.com/2020/06/27/tagar-aceh-puncaki-trending-topic-twitter-warganet-ramai-puji-aceh-pahlawan-untuk-rohingya?page=4.
Penulis: Rdy
Editor: Drs