Kadisdik Siak: Tingginya Angka Anak Pemegang KIP Yang belum melakukan Aktivasi di Kabupaten Siak

Iklan Semua Halaman. Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Kadisdik Siak: Tingginya Angka Anak Pemegang KIP Yang belum melakukan Aktivasi di Kabupaten Siak

MEDIA DETIL 1
Sabtu, 20 Juni 2020
Tambahkan teks

KEBANGKITA, SIAK - Minggu 11/03/2018, Pemerintah sepertinya memang sangat serius dalam membantu pendidikan anak Indonesia. Ini dibuktikan dengan diluncurkannya Kartu Indonesia Pintar (KIP). Program ini khusus ditujukan bagi anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu. Dengan memakai KIP, si anak diharapkan bisa lancar menuntut ilmu di sekolah umum maupun madrasah dengan bantuan uang tunai.

Sebelumnya diberitakan di laman INVESTIGASINEWS.CO bahwa ada seorang ibu wali murid yang bingung cara pemanfaatan KIP, yang mana anaknya sudah pernah menerima dana tersebut sekitar dua tahun silam, namun kini tidak lagi menerima.

Menurut penjelasan Kadisdik Kabupaten Siak H.Lukman.M.Pd, peserta Didik pemegang KIP yang sudah di aktivasi berhak menerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) Rp 225.000/semester dari KIP, dana KIP tersebut tujuannya digunakan untuk kebutuhan pendidikan anak. Misalnya beli buku tulis, seragam, atau sepatu. Dana juga bisa dipakai untuk bayar iuran sekolah atau ditabung demi pendidikan.

Namun hingga saat ini (thn 2018-red), angka anak pemegang kartu KIP khususnya di Kabupaten Siak Riau, cukup tinggi yang belum melakukan Aktivasi. Berdasarkan data yang ada dilaman web kemendigbud yang INVESTIGASINEWS.CO dapatkan dari H.Lukman.M.Pd, menerangakan rincian anak pemegang KIP se-kabupaten siak dengan total Anak 14,211. Dan yang sudah melakukan aktivasi berkisar 9,366. Artinya ada sekitaßar 4.845 anak pemegang kartu KIP yang belum melakukan aktivasi. untuk yang terbanyak yang belum melakukan aktivasi adalah di kecamatan Minas dan Kandis.

Kadisdik Lukman katakan, bahwa masih tingginya angka yang belum melakukan ktivasi tersebut, dikarnakan ada sebahagian wali murid yang tidak memiliki KK/KTP dan ada juga orang tua yang tidak mau repot-repot antri di Bank.

Kadisdik Kabupaten Siak, H.Lukman.M.Pd kepada INVESTIGASINEWS.CO, menjelaskan hal ini, "Kamis kemaren sudah saya rapatkan dengan seluruh korwilcam agar kembali mengecek masalah PIP di setiap sekolah, kondisinya tentulah disebabkan juga oleh beberapa, ada orang tua yang tidak punya KK dan KTP, mereka tak mau mengurusnya, untuk aktivasi di bank diperlukan itu. Ada juga orang tua yang tak mau susah susah ngantri di bank, mereka pulang dan tak mau datang lagi.Ini bukti dan fakta yang kami temukan,malah ada yang ke kantor saya yang datang LSM", ujar Lukman.

Melanjutkan, "Namun, setelah ditelusuri dan diupayakan ternyata bisa. Mereka para orang tua juga sebahagian tidak mau datang menanyakan ke sekolah terkait hal tersebut. Makanya berdasarkan data tersebut saya evaluasi cara dan sistem kerjanya. Kita tunggu kemajuan selanjutnya." tutup H.Lukman.M.Pd menjelaskan.***iharahap